Untuk menghasilkan sebuah gambar yang memiliki karakter atau dengan kata lain dapat menampilkan sebuah mood, tidak cukup sempurna jika kita hanya bergantung 100% pada sisi teknis saja, misalnya ketepatan eksposure dan framing (pemilihan objek, komposisi serta penentuan angle), dalam hal ini ketepatan waktu (timing) menekan rana sangat penting. Hampir semua foto yang sukses selain sempurna dari segi teknis, juga sempurna dari segi timing, baik itu timing yang mempengaruhi moment atau kondisi cahaya.
Banyak fotografer berhasil hanya dari segi teknis namun gagal ketika dihadapkan dengan persoalan timing yaitu, kapan waktu yang tepat untuk menekan tombol shutter? Umumnya kegagalan terjadi karena sang fotografer tidak bersabar untuk menunggu dan kurang antisipatif memperhatikan timing yang tepat serta kondisi sekeliling baik itu cahaya/momen yang terbaik. Menentukan waktu untuk menjepret rana yang tepat tentu saja membutuhkan kesabaran, kejelian serta latihan.
Foto-foto yang dihasilkan sepanjang travelling/perjalanan (travel photography) dapat saja dikemas lebih menarik dengan cara memaksimalkan teknis serta yang paling penting adalah mengetahui timing yang tepat untuk memotret. Baik itu ketika kita dihadapkan dengan pemotretan alam pegunungan, pantai, objek wisata (landscape), manusia, acara seremonial dan kegiatan lainnya (human interest), dsb. Berikut adalah kiat-kiat sukses menentukan timing pemotretan ketika travelling,
- Mempelajari seluk-beluk tempat/objek/acara yang akan kita kunjungi adalah suatu keharusan bagi seorang fotografer, terlebih bagi landscaper mengetahui “golden hour” nya spot yang akan dikunjungi adalah HARGA MATI!
- Perbanyak referensi dengan cara browsing (bukan menjiplak lho!) foto orang lain, lantas pelajari perkiraan kondisi cahaya (cari kelebihan dan kelemahan) bulan per bulan seperti apa, kamera dengan lensa jenis apa yang dipakai, filter apa yang diperlukan. Beruntung jika kita mengetahui jam persis pemotretannya, kita dapat mengambil ancang-ancang terlebih dahulu,
- Referensi mengenai waktu alam saat ini lebih dimudahkan dengan teknologi internet dan satelit, kita dapat memperkirakan waktu twilight, terbit dan terbenamnya matahari dengan akurasi mencapai 90%
- Atur schedule antara waktu pemotretan dengan berwisata, sehingga kita dapat menyesuaikan waktu serta peralatan yang akan kita bawa. Jika masih ada waktu sebelumnya, usahakan datang ke spot yang dituju, setidaknya dapat berkenalan dengan lokasi dan melakukan previsualisasi, cara ini terbukti menghemat waktu di saat pemotretan berlangsung. Jadikan mata dan insting kita sebagai lensa & light meter alami, tentu saja ini butuh latihan dan pengalaman,
- Usahakan berada di spot min. 1 jam sebelum waktu pemotretan, di saat sunrise/sunset pun menit ke menit kondisi cahaya (juga kabut/mist) terus berganti warnanya, dari twilight yang dominan berwarna biru-ungu-oranye s/d warna kuning keemasan, kuning-putih ketika matahari sudah terang, atau di kala senja ketika warna kuning keemasan dan jingga mendominasi s/d mentari tenggelam dan akhirnya blue hour. Time waits for no man! Karena itu kita harus siap dan mengetahui kapan waktu dan timing yang cocok bagi spot pemotretan kita,
- “Luck favored the prepared mind”, jangan selalu terpaku dengan satu objek saja karena timing yang tepat untuk satu objek belum tentu sama dengan objek yang lain, siapkan diri kita untuk melihat kemungkinan lain.
- Sama hal nya jika memotret manusia, carilah waktu terbaik di sesuai dengan subjek yang akan kita foto. Memotret aktivitas kerja, umumnya banyak terjadi di pagi, siang dan sore hari, memotret kegiatan pasar, pemetik teh di pagi hari, anak kecil pulang sekolah di siang hari, atau siluet buruh pelabuhan, dsb.
- Berbaur dengan sekitar, interaksi antara fotografer dengan subjek sebelum memotret adalah hal yang penting untuk membuat foto lebih ekspresif, kalau waktu memungkinkan dan objek-nya terlalu bagus untuk dilewatkan, ber-improvisasi-lah sampai si subjek tidak merasa ada fotografer disitu, lalu eksplore lagi. Hasil foto travel kita akan tampil lebih dinamis.
- Kiat jitu membuat foto yang berbeda dari spot “sejuta umat”, kombinasi antara timing yang tepat dengan komposisi atau angle yang berbeda.
- Jangan ragu untuk menghabiskan film jika timing nya sudah tepat!
Ayo!! Gunakan liburan kalian sebagai kesempatan untuk membuat foto travel/perjalanan yang lebih baik yang tentunya dari toy camera…
Bon Voyage!






















09/06/2012 at 11:20
Reblogged this on urbanwhite88.