Memilih Toy Camera

05/07/2011

Holga, Photography


Seringkali penulis mendapat pertanyaan / melihat pertanyaan yang kurang lebih isi nya sama dengan judul diatas banyak tersebar di forum-forum pencinta toy camera. Umumnya pertanyaan-pertanyaan tersebut datang dari teman-teman yang baru saja mau memulai karir fotografi mereka dengan toy camera sebagai medium pilihannya untuk berkarya.

“Kamera apa yang dapat dipakai oleh pemula?”

“Apakah kamera merk/tipe A atau B cocok buat pemula (newbie) seperti saya?”

Ya, pertanyaan yang sering terlontar umumnya seperti itu. Memang dengan merk serta varian toy camera yang begitu beragam kita lantas dihadapkan dengan pilihan yang cukup sulit dalam menentukan kamera mana yang cocok sesuai dengan kebutuhan dan selera kita. Kamera ini lucu bentuk nya, tapi kamera itu lebih tajam hasilnya, tapi kamera merk A lebih vignette, atau kamera merk ini bagus hasilnya tapi film nya susah dicari, dan masih banyak tapi-tapi lainnya yang semakin membuat kita bingung. Belum lagi bicara harga, toy camera dijual mulai dari harga Rp.5000 s/d jutaan rupiah. Tambah puyeng deh!! :)

Balik lagi bicara tentang pemula/non-pemula, sangat beruntung toy camera tidak seperti kamera DSLR/SLR yang secara marketing dibagi menjadi beberapa segmen: entry level, semi-professional, dan professional. Pembagian segmen marketing dari DSLR/SLR biasanya dilihat dari kelengkapan fungsi serta fitur yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumennya. Sedangkan 95% dari populasi toy camera yang beredar di pasaran semuannya memiliki kelengkapan fitur dan fungsi yang kurang lebih sama yaitu 1, 2, atau max. 3 pilihan diafragma, 1 pilihan kecepatan rana, dan panjang lensa (focal length) yang fixed. So, kesimpulannya dalam memilih toy camera tidak ada segmentasi untuk pemula/non-pemula, semua kurang lebih sama secara fungsi dan fitur.

Yang membedakan pemula/non-pemula adalah penguasaan ilmu dasar fotografi, apapun kameranya baik itu toy camera (Rp.5000 s/d jutaan), pocket camera, atau DSLR/SLR (dengan cacatan kondisi layak untuk dipakai), untuk menghasilkan foto yang benar & baik asalkan yang punya kamera itu paham dan mampu mengaplikasikan ilmu fotografi bukan-lah sesuatu yang benar-benar sulit untuk dilakukan. Bahkan seorang pemula dengan bekal ilmu yang cukup dengan kamera yang sederhana sekalipun masih dapat menghasilkan foto yang dapat dinikmati. So, it’s depends on the man behind the camera.

Cocok atau tidaknya sebuah kamera kembali kepada kebutuhan dan selera dari seorang calon pembeli kamera, lagi-lagi bukan persoalan pemula atau tidak. Ada yang suka dengan efek vignetting dari kamera Holga (walaupun ga selalu muncul), ada yang seneng karena ketajaman lensa Holga GN (walaupun ga beda jauh juga) atau bahkan model Olympus XA yang terkesan retro modelnya, atau kamera Fisheye dengan hasil yang unik. Sebagian fotografer senang menghasilkan karya dari format Square 6×6 film 120mm atau ada yang susah mencari film 120mm dan pilihannya jatuh di kamera format 35mm, atau sekadar mengikuti trend, sah-sah saja, siapa tau bisa jadi hobby yang dapat ditekuni dan dibuat lebih serius, dan masih banyak pertimbangan lainnya…

Terkadang kita terlalu bersemangat untuk bertanya, tapi ada baiknya sebelum melemparkan pertanyaan mengenai kamera apa yang cocok, lebih baik kita bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri, toy camera seperti apa sih yang saya butuhkan/senangi? Jika kita sudah punya jawaban sendiri, buatlah checklist (barangkali ada kamera yang dibandingkan) dan jangan lupa browsing review & spesifikasi tentang kamera serta jangan lupa lihat hasil-hasil foto dari kamera yang dicari (flickr, deviantart, dsb.), hal ini sebagai salah satu cara untuk  membantu kita dalam memastikan kamera yang akan kita beli.

So… masihkah bingung memilih?

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Subscribe to our RSS feed and social profiles to receive updates.

4 Comments on “Memilih Toy Camera”

  1. anda Says:

    wah mas sandy nulis dong di blog nya klastic..hehehhehe

    Reply

  2. tema Says:

    mantab… terngiang kata2 “Yang membedakan pemula/non-pemula adalah penguasaan ilmu dasar fotografi” .

    Reply

  3. camoflife Says:

    Reblogged this on camoflife.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: