Pabrik Kopi Aroma: Aroma Kearifan Widyapratama


Tidak banyak orang yang menyangka di antara deretan toko dan lapak onderdil kendaraan di Jalan Banceuy, terdapat sebuah pabrik kopi yang telah berdiri sejak tahun 1930, Pabrik Kopi Aroma.  Pabrik yang tepatnya berada di Jln. Banceuy No.51 (pertigaan Jln. Pecinan Lama) merupakan usaha keluarga yang dirintis oleh seorang pria kelahiran Indramayu; Tan Houw Sian (87), yang meninggal pada tahun 1982 dan sejak saat itu pabrik kopi tertua di Bandung ini mutlak diwariskan kepada anak tunggalnya, Bpk. Widyapratama.

Bertemu dan berbicang dengan Bpk. Widyapratama tidaklah sesulit dan sekaku yang dibayangkan, down-to-earth dan warmness adalah kesan pertama penulis ketika berkenalan dengan beliau. Tanpa banyak basa-basi, dengan sigap bapak berusia 60 tahun ini mempersilakan dan sekaligus menjadi “tour guide” penulis untuk melihat langsung proses roasting biji kopi di gedung belakang toko. Ada hal yang menarik selagi kami berjalan menuju ke tempat pembakaran biji kopi, beliau mengatakan, “Dik, sebelum saya bercerita lebih banyak dan menunjukkan proses mengolah kopi serta gudang yang saya miliki, ada baiknya adik mengetahui prinsip yang saya pegang kalau berdagang itu bukan hanya sekedar mecari uang belaka, dibalik itu ada pertanggung-jawaban kepada yang Di-Atas dan sesama kita, apa yang telah kita berikan dengan berdagang?.” Prinsip itulah yang terus dipegang oleh beliau dalam menjalankan usaha nya.

Pertama-tama penulis diajak memasuki gudang biji kopi yang façade dapannya kental dengan gaya art-deco, dalam gudang yang masih menggunakan konstruksi rangka dan atap yang tinggi khas Belanda ini disimpan bermacam-macam jenis kopi yang berasal dari banyak tempat di Indonesia, umumnya yang paling banyak adalah kopi berjenis Robusta, Arabika, dan Toraja. Untuk biji kopi berjenis Robusta & Toraja dapat dikatakan layak jual dengan kualitas terbaik ketika sudah berusia 5 tahun penyimpanan, bahkan untuk Arabika yang biasa tumbuh di ketinggian 1300mdpl membutuhkan waktu lebih lama lagi, 8 tahun penyimpanan. Pabrik Kopi Aroma hampir selalu menggunakan karung goni untuk menyimpan kopi, karena factor bahan goni yang memiliki ventilasi baik, sehingga biji kopi tidak terlalu lembab/kering.

Widyapratama lantas memaparkan dengan sistem First In First Out (FIFO), biji kopi yang disimpan terlebih dahulu akan dikeluarkan lebih awal. Penyimpanan kopi yang memakan waktu bertahun-tahun ini bermaksud untuk mengurangi kadar asam dari kopi ketika dikonsumsi, sehingga konsumen terhindar dari kembung serta sakit maag (lambung). Secara hitung-hitungan bisnis proses penyimpanan kopi ini tidak terlalu menguntungkan karena begitu besar biaya inventory yang harus ditanggung, namun inilah salah satu bentuk dedikasi dan tanggung jawab dari Kopi Aroma dalam mempertahankan kualitas produk yang dibeli konsumen, memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

Kualifikasi kopi yang baik tidak hanya ditentukan dari pemilihan biji kopi yang unggulan, namun yang terpenting adalah bagaimana cara pabrik memproses kopi tersebut. Teknologi pengolahan biji kopi di pabrik ini masih tradisional, pure non-chemical serta tidak banyak berubah sejak pertama kali beroperasi di tahun 1930, “yang penting dalam berbisnis itu teknologi proses nya masih tepat guna”, ujarnya sembari mencontohkan tungku yang digunakan untuk roasting biji kopi itu ditempel menggunakan gula merah, karena semakin panas suhu nya semakin rekat, juga pembakaran menggunakan bahan  limbah kayu dari pohon jati atau karet.

Secara sederhana proses pengolahan biji kopi di Pabrik Kopi Aroma dapat dibagi menjadi 8 tahap, yaitu:

Pertama, penampungan biji kopi, pabrik membeli dan menampung biji kopi dari petani-petani kopi yang tersebar di seluruh Indonesia. Biji kopi yang ditampung umumnya baru berumur beberapa hari petik yang masih mencirikan warna hijau kekuning-kuningan; Kedua, biji kopi yang terpilih akan disimpan dalam karung goni di gudang penyimpanan selama 6-8 tahun penyimpanan, masa penyimpanan tergantung dari jenis biji kopi;

Tahapan ketiga, setelah memenuhi standar pabrik untuk dijual, biji kopi masuk ke proses roasting atau pembakaran selama 2 jam dengan menggunakan mesin roaster berbahan bakar kayu jati/karet yang dapat meningkatkan aroma kopi; Lanjut dengan tahapan keempat yaitu proses pendinginan untuk beberapa saat;

Urutan kelima, biji kopi yang sudah dingin harus melewati proses inspeksi (QC) untuk memilah biji kopi yang baik dan yang rusak, proses ini memilah biji kopi berdasarkan spesifikasi bobot yang telah ditentukan; Keenam, pembuangan kulit ari, satu-satunya proses pengolahan yang mengalami moderninasasi dari yang dulu nya menggunakan tangan (manual) dan sekarang diambil alih oleh mesin;

Sedangkan di tahapan ketujuh, penggilingan biji kopi, atau disebut juga proses grinding ini menggunakan mesin. Untuk mmpertahankan kualitas terutama aroma kopi, biji kopi tidak dibiarkan terlalu lama, jarak waktu antara roasting dengan grinding tidak boleh terlampau jauh.

Terakhir adalah proses pengemasan/packaging. Konsistensi pabrik ini tercermin dari kemasan yang tidak pernh berubah dari segi design serta jenis bahan packaging yang selalu menggunakan kemasan berbahan kertas. Kertas dianggap media paling cocok karena tidak ada chemical yang mempengaruhi kualitas kopi.

Proses pengolahan kopi di pabrik kopi Aroma diakuinya sebagai proses yang kuno tradisional dan terkesan ketinggalan jaman dari segi teknologi, namun bagi beliau masih tepat guna serta yang tidak kalah pentingnya menurut penulis adalah prinsip kearifan bisnisnya yang selalu menekankan tentang keadilan, kesederhanaan serta integritas dan tanggung jawab. Itulah harum aroma kearifan dalam berbisnis seorang Widyapratama yang tercium sampai mancanegara. Tidak sedikit media asing yang pernah meliput disini, diantaranya Channel News Asia (Singapura), TVB8 (Taiwan), dll.

Uniknya selain menjadi “tukang kopi” di pagi hari, ayah tiga orang putri ini di sore hari menjadi seorang Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, sesuai dengan profesi nya sebagai seorang wiraswasta beliau mengajar mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Operasi. Ungkapnya menjadi seorang dosen adalah wujud bakti beliau terhadap perhatiannya di dunia pendidikan. Dalam kegiatan sosial beliau berkecimpung dalam sebuah yayasan yang bekerja menampung anak-anak jalanan, terutama mereka yang mengalami cacat jasmani, seperti tuna netra dan tuna rungu. Lokasi anak asuh nya dapat ditemui di daerah Bale Endah, Bandung Selatan.

Terlepas dari status perusahaannya sebagai “the living legend” dalam dunia pabrik kopi, banyak yang bisa kita ambil mengenai pelajaran tentang kearifan dan kebajikan dalam berbisnis dari seorang Widyapratama yang selalu dapat menginspirasi kita semua. Ditanya mengenai kiat-kiat sukses menjalankan usaha nya, beliau menjawab selain kerja keras, tekun serta kejujuran, lihatlah 3 sepeda ontel yang tergantung di ruang penggilingan kopi, “itulah sepeda yang menghantarkan ayah saya membangun pabrik ini, saya memajangnya disana untuk mengingat perjuangan dan kerja keras ayah saya serta menyadarkan diri saya dari mana saya itu berasal.”


Berbincang dengan beliau sangat mengasyikan sampai tidak terasa waktu semakin siang, sebelum beranjak pulang beliau memberikan oleh-oleh sebungkus kopi favorit penulis; Kopi Robusta. Sambil bercanda beliau bilang, “inget, minum kopi nya ga usah sarapan dulu juga ga apa-apa ko!!” Ya! Membuat tulisan yang panjang lebar ini pun saya ditemani segelas hangat Robusta yang aroma nya wuaaah!!!

PS: Trims Oom Widya!

*********

Peta Lokasi Pabrik Kopi Aroma

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Subscribe to our RSS feed and social profiles to receive updates.

3 Comments on “Pabrik Kopi Aroma: Aroma Kearifan Widyapratama”

  1. prabowo Says:

    kopi is the best……. informasi tentang mesin packaging, silahkan kunjungi http://mitrapackaging.itrademarket.com/prod

    Reply

  2. Nur Shuhada Says:

    Saya dan kawan- kawan dari universiti Teknologi Mara (UiTM) dari Malaysia ingin mengadakan lawatan ke Bandung bulan hadapan. Kami ingin sekali untuk berkunjung ke ‘ Pabrik Kopi Aroma’ ini. Bagaimana ya untuk mendapatkan alamat email atau cara untuk mendapatkan kebenaran untuk berkunjung ke kilang ini?????please..bisa bantu ya..:)

    Reply

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.